Tentang Kami
Sejarah Singkat berdirinya Yayasan Pendidikan Covenant
Janji Kasih di Persimpangan Jalan
Yayasan Pendidikan Covenant Indonesia lahir dari sebuah perjalanan iman yang mendalam. Berawal dari dedikasi seorang guru honorer yang harus melepaskan pekerjaannya demi mendampingi putri keduanya yang sakit, pada usia memasuki tiga minggu tubuh putrinya sering membiru, dan pada saat menangis suara tidak terdengar dan napas seolah terhenti untuk beberapa detik, dan kejadian seperti itu terus berulang, membuat ibu guru khawatir akan keadaan putrinya, ia harus membawanya ke dokter untuk diperiksa. Pengobatan akhirnya berjalan, mengharuskannya mondar-mandir rumah sakit. Seiring berjalannya waktu, langkahnya justru dituntun untuk melihat kerasnya kehidupan ibu kota terhadap anak-anak jalanan yang selalu berada tak jauh dari lokasi rumah sakit. Dia mengamati mereka dari jauh, semakin dekat dan bercerita dengan mereka ia melihat dan merasakan sesuatu di dalam hati anak-anak itu, mereka memiliki keinginan, harapan serta impian untuk sekolah, belajar bersama guru dan teman-teman, berada di dunia pendidikan yang memiliki jutaan ilmu di dalamnya, mereka menyadari bahwa harapan itu tak akan pernah terwujud. Mereka sudah meyakini bahwa berada di jalanan merupakan takdir yang tidak bisa dihindari.
Misi Dimulai
Di tengah tantangan pandemi COVID-19 yang menakutkan bagi kebanyakan orang,justru sangat berbeda bagi si guru honor. Dia memandang dari sudut yang berbeda, Dimana keadaan yang tidak baik-baik saja justru pelayanan ini pun dimulai. Ibu guru mulai mengambil langkah, hari-haripun terus berganti dia berjalan menyusuri jalan-jalan setapak,gang-gang sempit yang sesak,dan dengan pelan tapi pasti dia mendekati beberapa keluarga GEPENG (Gelandangan dan Pengemis) disalah satu sudut emperan toko. Ketika ibu guru menyampaikan tujuannya,hal itu sangat direspon baik oleh keluarga itu dan beberapa keluarga gepeng lainnya yang kebetulan ada disitu mendengar bahkan disambut riang oleh anak-anak mereka,wajah-wajah itu menunjukkan ekspresi yang sangat senang dan antusias. Akhirnya Ibu guru pun kembali dengan penuh keyakinan dengan apa yang dikakukanya. Ketika sampai dirumah dia menceritakan kepada para mahasiswa yang sering mangkal didepan rumahnya, Dia tak menyangka mendapatkan dukungan penuh sehingga mereka pun membentuk sebuah tim dan menyusun beberapa metode pembelajaran yang praktis,mudah dicerna dan tepat guna sesuai dengan keadaan anak-anak itu. Dan akhirnya misi itupun dimulai. Kehadiran kami untuk memberikan pendidikan gratis (PAUD) bagi anak jalanan, anak terlantar, dan keluarga prasejahtera yang selama ini tak tersentuh bangku sekolah memutuskan mata rantai kemiskinan dan kebodohan dengan membekali mereka ilmu pengetahuan. Sambil mengajar mereka dia tetap mengurus serta mendampingi putrinya,dan berharap mukjizat pasti terjadi atas hidup putrinya.
.
Visi yang membentuk sebuah Team
Dedikasi Tanpa Batas
Team yang Solid
Perjuangan ini tidak dilakukan sendirian. Didampingi oleh sosok hamba Tuhan dan didukung penuh oleh tim relawan yang solid Mahasiswa Sekokah Tinggin Teologia Hagiasmos Mission Jakarta, pelayanan ini sudah berjalan selama 4 tahun dengan keyakinan bahwa setiap anak berharga dimata Nya.
Relawan Guru Rumah Belajar turun ke jalan bernyanyi menghibur para tamu pedagang kaki lima dan pejalan kaki untuk dapat mengumpulkan kepingan rupiah guna membantu oprasional sekolah
Totalitas dalam Pelayanan & Kepedulian Terhadap Lembaga
Perjuangan Operasional:
Kami bergerak secara mandiri, bahkan demi menjaga operasional sekolah tetap berjalan, para relawan tak ragu turun ke jalan (ngamen) untuk mengumpulkan kepingan rupiah.
Totalitas penuh dalam pelayanan dan Empati yang ditunjukkan oleh Team Relawan terhadap kesusahan lembaga dalam memenuhi kebutuhan oprasional (pembayaran sewa gedung sekolah dan dua cabang sekolah yang semua nya dibayarkan dengan cara perbulan sejumlah Tujuh juta lima ratu ribu rupiah (rp.7.500.000,00,-) yang terbilang cukup besar bagi kami pekerja voluntir yang dibayar hanya dengan ucapan terimakasih memaksa kami pun harus berjuang. Segala upaya dan usaha dilakukan agar kebutuhan itu bisa tertutupi.
Satu Untuk Semua
Terbuka untuk Umum
Dalam gambar foto terlihat jelas keberagaman baik dari agama,suku dan budaya. Meskipun berlandaskan nilai-nilai Kristiani,namun pintu kami terbuka lebar bagi setiap anak dari latar belakang apapun yang ingin belajar. Karena kami percaya bahwa, " Meskipun langit tak selalu biru dan jalan yang ditempuh tidak selalu rata. Tuhan akan selalu ada untuk menopang dan memberikan masa depan yang terbaik untuk setiap anak Indonesia. Bersama kami,mari kita nyalakan kembali lilin dan harapan bagi mereka anak-anak yang terabaikan ini. Kalau bukan kita,lantas siapa yang akan menolong mereka dan membebaskan mereka dari kebodohan,kemiskinan dan kemelaratan. Satu tindakan kebaikan yang kita lakukan dapat merubah kehidupan generas Emas bagii bangsa kita,.
.

